Mengenal Filsafat: Mengapa Berpikir Mendalam Itu Penting di Dunia yang Serba Cepat?

Buku yang tertata rapi dalam rak dengan patung para filusuf (Sumber: https://unsplash.com/id/@giamboscaro)

Pendahuluan
Di tengah kesibukan dunia yang menuntut kita untuk terus bergerak—dari dini hari hingga larut malam—sering kali kita lupa untuk berhenti sejenak dan bertanya: "Mengapa?". Kita terjebak dalam rutinitas mencari nafkah, mengejar angka, dan memenuhi tanggung jawab, sampai terkadang kita kehilangan arah tentang apa makna di balik semua lelah ini. Di sinilah saya menemukan sebuah oase yang disebut Filsafat.Apa Itu Filsafat?
Banyak orang menganggap filsafat adalah ilmu yang berat dan hanya milik kaum akademisi. Namun, jika kita melihat akarnya, Philosophia berarti "Cinta pada Kebijaksanaan". Secara sederhana, filsafat bukanlah tentang menghafal teori, melainkan sebuah aktivitas.
Filsafat adalah seni bertanya secara mendalam tentang semua hal daam hidup ini, filsafat bisa juga kita artikan sebagai upaya manusia memahami dan memaknai sesuai menggunakan akal. Jika ilmu pengetahuan mengajarkan kita cara membangun jembatan, maka filsafat bertanya: "Ke mana jembatan ini akan membawa kita?". Ia adalah usaha manusia untuk memahami akar dari segala sesuatu—mulai dari keberadaan kita, moralitas, hingga cara kita berinteraksi dengan sesama.Kenapa Filsafat Begitu Penting?
Bagi saya, dan mungkin bagi Anda yang sedang berjuang dalam kehidupan, filsafat memiliki peran yang krusial karena beberapa alasan:
Menemukan Makna di Balik Penderitaan
Hidup tidak selalu mudah. Ada rasa lelah, kehilangan, dan tanggung jawab yang berat. Filsafat membantu kita menata perspektif. Ia mengajarkan bahwa penderitaan yang memiliki tujuan (seperti demi orang tercinta) adalah bentuk perjuangan yang mulia, bukan sekadar kesia-siaan.
Kompas dalam Mengambil Keputusan
Dalam aspek ekonomi dan sosial, kita sering dihadapkan pada pilihan sulit. Filsafat melatih logika kita agar tidak mudah terbawa arus tren atau manipulasi. Ia menjadikan kita pribadi yang memiliki prinsip, bukan sekadar pengikut.
Menjaga Kesehatan Mental (Ketahanan Diri)
Dengan filsafat (seperti ajaran Stoikisme), kita belajar memisahkan hal-hal yang bisa kita kendalikan dan mana yang tidak. Ini adalah kunci agar kita tidak mudah menyerah saat keadaan di luar sana—seperti kondisi politik atau ekonomi—sedang tidak berpihak pada kita.
Kesimpulan
Belajar filsafat tidak akan langsung membuat rekening kita penuh, namun ia membuat jiwa kita menjadi "kaya". Ia memberikan pondasi yang kuat agar saat kita melangkah mencari nafkah dan berpetualang di dunia ini, kita tahu persis mengapa kita melakukannya.
Komentar
Posting Komentar